3 Megaproyek Infrastruktur Jokowi yang Berhasil Selesai

3 Megaproyek Infrastruktur Jokowi yang Berhasil Selesai

Sebagai presiden Indonesia, infrastruktur menjadi ciri khas dari kepemimpinan Joko Widodo atau Jokowi yang ia lakukan guna meningkatkan daya persaingan di Indonesia. Infrastruktur Jokowi ini sudah berjalan dari masa kepemimpinannya dengan wakil presiden Jusuf Kalla sampai sekarang dengan Ma’aruf Amin.

Agar konektivitas makin meningkat, Jokowi terus membangun berbagai proyek infrastruktur. Bahkan sudah ada lebih dari 60 proyek strategis nasional yang sudah berhasil dibangun hingga selesai.

Menurut Jokowi sendiri, ia memiliki beberapa alasan kenapa dirinya begitu getol mengenai pembangunan infrastruktur. Beberapa alasan itu antara lain adalah untuk menciptakan titik-titik pertumbuhan ekonomi baru selain di Jakarta dan pulau Jawa, perbaikan jaringan logistik, sebagai peradaban baru dan yang paling penting adalah terciptanya lapangan kerja baru.

Tidak hanya itu, pembangunan infrastruktur Jokowi juga diharapkan menjadi penghubung demi meningkatkan pelayanan publik pada masyarakat Indonesia.

Memasuki periode kedua masa kepemimpinannya, Jokowi masih fokus untuk menggenjot proyek infrastrukturnya. Selain itu, pemerintah juga turut serta meningkatkan SDM atau Sumber Daya Manusia di Indonesia.

Salah satu megaproyek infrastruktur Jokowi yang diapresiasi masyarakat adalah hadirnya Mass Rapit Transit atau Moda Raya Transportasi (MRT) di Jakarta, 24 Maret 2019 yang lalu. Dengan adanya MRT ini, harapannya dapat memudahkan masyarakat dalam menggunakan transportasi.

Berikut di bawah ini adalah beberapa megaproyek infrastruktur Jokowi yang berhasil dibangun dengan sukses.

Tol Layang Jakarta-Cikampek

Megaproyek infrastruktur Jokowi yang terbaru dan sedang ramai dibicarakan masyarakat adalah Tol Layang Jakarta-Cikampek atau Tol Jakarta-Cikampek 2 Elevated. Tol ini resmi pada tanggal 12 Desember 2019. Fungsi dari dibangunnya tol ini agar bisa mengurangi macet sampai 30 persen.

Tol Layang Jakarta-Cikampek ini sendiri panjangnya mencapai 36,4 kilometer dan memiliki dua jalur. Yang mana ini menjadi lebih sedikit dari jalan tol Jakarta-Cikampek yang memiliki empat jalur dan sudah berjalan dari lama.

Karena awal pengoperasiannya dekat dengan hari Natal, tidak heran mengapa tol terbaru ini langsung ramai digunakan. Sampai-sampai ruas tol menjadi macet karena banyaknya kendaraan yang berlalu lalang di ruas tol.

Konstruksi jalan bergelombang adalah ciri khas dari tol ini. Sayangnya, hal tersebut menjadi keluhan para pengendara karena kurang rapinya penyambungan dua sisi jembatan ditambah jalan yang bergelombang.

Dijelaskan oleh Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan yaitu Budi Setiyadi bahwa kecepatan maksimalnya adalah 80 kilometer per jam. “Ketika terlalu cepat, lompatan yang diakibatkan oleh sambungan tersebut dapat membahayakan,” begitu katanya.

“Di sisi lain, sambungan tersebut hanya ada di beberapa titik. Artinya akan terus diperbaiki, sehingga perjalanan bisa lebih mulus dan nyaman,” Budi Setiyadi melanjutkan.

Tol Balikpapan-Samarinda

Tol pertama di pulau Kalimantan diresmikan oleh Jokowi yaitu Tol Balikpapan-Samarinda. Adanya tol Balikpapan-Samarinda ini diharapkan menjadi awal mula pembangunan infrastruktur yang lain untuk mengembangkan kawasan dengan ekonomi terpadu.

Presiden Jokowi mengatakan bahwa pembangunan seksi ke 2, 3, dan 4 jalan tol Balikpapan ke Samarinda telah selesai dan bisa dimanfaatkan dari lima seksi. Ini berarti dari lima seksi tersebut ada tiga yang telah selesai dan itu sepanjang 57,8 km dari total 99,3 km. Yang kurang adalah seksi 1 dan 5.

Salah satu tujuan dibangunnya tol tersebut adalah dapat mempercepat akses ke kawasan ibu kota baru. Selain itu juga menambah efisiensi bagi mobilitas logistik.

Biasanya dari Balikpapan ke Samarinda dan sebaliknya memakan waktu sebanyak 3 jam dan 6 jam kalau pulang pergi. Dengan adanya tol ini maka bisa mempersingkat waktu paling lama 1 setengah jam saja.

Seperti yang dikatakan sebelumnya bahwa tol ini memiliki 5 seksi. Yang pertama adalah seksi 1 ruas Balikpapan-Samboja. Seksi 2 ruas Samboja-Muara Jawa. Seksi 3 ruas Muara Jawa-Palaran, seksi 4 Palaran-Samarinda dan yang terakhir seksi 5 Balikpapan-Sepinggan.

Tol Lampung-Palembang

Diresmikan pada bulan November 2019, ruas tol Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung ini adalah salah satu infrastruktur Jokowi yang jaraknya sepanjang 189 kilometer. Keuntungan dari tol ini adalah perjalanan dari Lampung ke Palembang yang biasanya hampir 10 jam kini hanya 3 jam saja.

Jalan tol paling panjang yang diresmikan oleh Jokowi adalah tol Lampung-Palembang ini dengan panjangnya 189 km. Harapannya adalah tol ini menciptakan titik pertumbuhan ekonomi baru dan menciptakan perbaikan jaringan logistik.

Pembangunan ruas tol ini sendiri ada 2 seksi. Seksi 1 ruas Terbanggi Besar-Pematang Panggang sepanjang 112,20 kilometer. Untuk seksi 2 nya adalah ruas Pematang Panggang-Kayu Agung yang panjangnya 77 kilometer.

Tol Terbanggi Besar-Pematang Panggang sudah melalui uji fungsi pada Mei 2019 yang lalu di km 140-km194. Lalu dilanjutkan ruas Tol Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung di km 194-km 330 pada Agustus 2019.

Untuk proses uji fungsi ini mengutamakan aspek keselamatan dan manajemen lalu lintas, sarana jalan, jembatan dan bangunan pelengkap juga administrasi.

Itulah beberapa megaproyek infrastruktur Jokowi yang berhasil dibangun dan disambut dengan baik oleh masyarakat karena memiliki fungsi yang sangat banyak.