cara cepat atasi demam

Cara Cepat dan Efektif Atasi Demam pada Balita

Ketika si kecil mengalami demam tentu ini menjadi hal yang sangat mengkhawatirkan bagi para orang tua. Sebenarnya demam sendiri itu adalah hal yang wajar karena ini artinya sistem antibody dalam tubuh si kecil bekerja. Meski begitu kita juga perlu waspada ketika demam si kecil tidak kunjung sembuh, atau suhunya bertambah tinggi terus. Jika sudah begini kita perlu sesegera mungkin mencari resep cara cepat atasi demam. Sudah tahukah caranya moms?

Cara Cepat Atasi Demam si Kecil

Umumnya setiap orangtua sudah punya cara cepat atasi demam pada anak. Biasanya obat pereda demam menjadi alternative paling cepat, namun kandungan didalam obat ini jelaslah memiliki efek samping jika dikonsumsi terus menerus. Ibuprofen dan paracetamol misalnya, dua kandungan dalam obat pereda demam ini memiliki efek samping yang dikaitkan dengan masalah ginjal, lambung atau asma.

Oleh karena itu, sebagai orangtua kita juga harus punya alternative lain dalam untuk meredakan demam si kecil dengan cara alami dan gunakan obat sebagai alternative cadangan. Lantas apa saja cara cepat atasi demam? Berikut ulasannya.

Mandi air hangat

Banyak orang mengatakan jika memandikan anak ketika demam akan membuat suhu tubuhnya naik. Ya, ini berlaku jika anak mandi menggunakan air dingin. Mandi menggunakan air hangat justru akan membantu menurunkan demamnya. Untuk efek menenangkan tubuh, Anda bisa menambahkan lavender atau essensial oil.

Jika serasa tidak memungkinkan untuk memandikannya, maka Anda bisa gunakan washlap untuk mengelap tubuhnya.

Pijat menggunakan peppermint oil

Peppermint oil memiliki aroma mentol yang mampu melancarkan hidung yang mampet, sinusitis atau gejala demam lainnya. Caranya mudah yakni dengan memijatkannya di area punggung dan dada dengan perlahan.

Pijat dengan ramuan herbal

Cara cepat atasi demam satu ini sudah sering digunakan oleh para orangtua kita. Nah, jadi tidak ada salahnya jika kita juga mempraktekkannya ke si kecil kan? Caranya siapkan parutan bawang merah dan campurkan dengan minyak kayu putih. Tambahkan juga seiris jeruk nipis. Jika minyak kayu putih dirasa terlalu panah, maka bisa diganti dengan minyak kelapa. Jika tidak ada jeruk nipis, Anda bisa menggunakan asam jawa sebagai alternative penggantinya.

Setelah ramuan herbal siap, oles sambil pijatkan ke punggung, perut dan bagian dada secara perlahan.

Terapi kaus kaki

Siapkan air panas dan masukkan kaki ke dalamnya. Setelah itu masukkan sepasang kaus kaki katun ke dalam air yang dingin, peras dan pakailah sebelum tidur. Setelah itu ambil kaus kaki wol yang kering dan kenakan diatas kaus kaki yang basah tadi. Cara cepat atasi demam ini akan membantu darah agar terkumpul di kaki sehingga peredaran darah bisa kembali lancar.

Kipas angin

Kipas angin bisa menjadi cara cepat atasi demam. Hal ini disampaikan oleh Dr. Jennifer Shu dalam laman babycenter.com. Dia mengatakan jjika kipas angin yang dinyalakan dan tidak diarahkan langsung bisa membantu suhu tubuh si kecil turun. Kipas angin membantu membuat suhu tetap sejuk yang mana ini akan membuat si kecil yang demam lebih nyaman. Dan ada baiknya juga agar anak tidak menggunakan pakaian yang terlalu tebal ketika demam.

Kompres

Kompres adalah cara cepat atasi demam yang paling sering digunakan. Caranya mudah yakni cukup ambil handuk hangat basah, lalu letakkan di dahi.

Perbanyak cairan

Jika anak demam biasanya nafsu makan atau minumnya berkurang. Jika begini suhu tubuhnya tidak akan lekas turun. Jadi perbanyaklah cairan agar suhu tubuhnya lekas turun. Anda bisa memberikannya air putih, atau memberikan makanan berkuah kaldu, atau teh jahe. Atau bisa juga memberikan jus buah pada si kecil.

Makanan pedas

Sedikit makanan pedas bisa membuat tubuh jadi berkeringat dan melancarkan aliran darah lho. Jadi, jika si kecil suka pedas, coba berikanlah ini.

Makanan bergizi

Ketika demam artinya tubuh sedang melawan penyakit. Jadi bantulah dengan mengonsumsi makanan bergizi guna meningkatkan kekebalan tubuh dalam melawan penyakit.

Perbanyak istirahat atau tidur

Kadang anak-anak akan sulit sekali untuk disuruh diam, tapi ketika demam, si kecil memang harus benar-benar dipaksa untuk banyak istirahat. Hal ini tak lain karena semakin banyak bergerak, maka tubuh akan kian lelah dan akhirnya suhu tubuh juga meningkat pula.

Jadi, cara cepat atasi demam yakni dengan memastikan si kecil mendapatkan tidur yang cukup, atau cobalah minta ia berbaring sambil melihat TV agar bisa beristirahat.

Hati-hati ketika memberikan obat

Tidak disarankan untuk menggunakan obat pereda demam dengan kandungan aspirin untuk anak dibawah 19 tahun. Penggunaan obat ini akan meningkatkan risiko penyakit reses syndrome yang berakibat pada pembengkakan pada otak dan hati.

Jika dirasa demam tidak kunjung mereda, maka ada baiknya langsung konsultasi ke dokter untuk mendapatkan resep obat yang tepat. Penggunaan obat yang sembarang ditakutkan akan memberi efek samping berbahaya di kemudian hari.

Coronavirus

Coronavirus, Asal Mula Penyebab Dan Cara Pengobatan

Virus corona atau Virus 2019 Novel Coronavirus atau 2019-nCov adalah jenis baru dari Coronavirus dan penyakit ini disebut mampu menular dari mnausia ke manusia. Pertama kali virus ini ditemukan di Wuhan, Cina pada Desember 2019 dan dalam waktu cepat mampu menyebar ke berbagai wilayah di Cina dan juga beberapa negara. Korban terjangkit telah mencapai puluhan ribu dengan korban meninggal ribuan. Meski begitu penyakit ini bukannya tanpa obat karena sudah banyak pula mereka yang sembuh setelah terjangkit virus corona.

Coronavirus menyerang sistem pernafasan. Pada banyak kasus yang terjadi menyebabkan infeksi saluran pernafasan ringan semisal flu. Tapi, ditemukan juga pada beberapa kasus bahwa virus corona menyebabkan beberapa komplikasi lain seperti Middle East Respiratory Syndrome atau MERS, pneumonia, hingga Severe Acute Respiratory Syndrome atau SARS.

Infeksi dari virus ini mampu membuat penderitanya mengalami gejala flu seperti batuk, sakit kepala, hidung berair hingga meler, demam, nyeri tenggorokan, demam tinggi, pernafasan berat, batuk, nyeri dada, sesak nafas dan gejala penyakit infeksi pernafasan lainnya.

Dari begitu banyaknya gejala diatas, gejala yang umum terjadi sebagai penanda seorang terjangkit virus corona antara lain demam, sesak nafas dan batuk. Secara umum gejala ini akan muncul mulai 2-14 hari setelah terpapar virus.

Kapan didiagnosis ke dokter?

Jika kita mengalami beberapa gejala dari virus corona diatas, apalagi jika kita baru pulang dari Cina, maka ada baiknya untuk segera memeriksakan ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang cepat.

Guna menentukan seseorang terjangkiti virus corona atau tidak, maka akan dilakukan serangkaian tes. Beberapa tes yang perlu dilakukan antara lain uji sampel darah, tes usap tenggorokan yang tujuannya untuk meneliti sampel dahak, serta rontgen dada guna mendeteksi infiltrate.

Penyebab coronavirus

Banyak yang percaya jika coronavirus ini terjadi diakibatkan di konsumsinya satwa liar yang terinfeksi virus corona. Diduga awalnya virus ini berasal dari kelelawar dan ular lantas menular ke manusia. Kedua hewan ini dijual di pasar makanan laut Huanan di Wuhan dan sengaja dijual untuk dikonsumsi.

Dugaan virus corona ini berevolusi juga sempat merebak. Pasalnya awalnya virus corona ini adalah virus yang beredar pada beberapa jenis hewan seperti kelelawar, kucing dan unta. Padahal kejadian virus yang berevolusi hingga mampu menginfeksi manusia ini sangatlah jarang terjadi. Tapi apa yang terjadi di Wuhan menjadi bukti nyata bahwa virus ini bisa menyebar lewat hewan ke manusia, lantas dari manusia ke manusia.

Selain dugaan hewan menjadi penyebab virus corona, muncul juga banyak dugaan lain. Ada yang mengatakan jika virus ini bocor dari lab penelitian Wuhan, dan lain sebagainya.

Cara penyebaran virus corona

Banyak dugaan penyebab dari virus corona ini. Awalnya anggapan muncul bahwa virus ini ditularkan dari hewan ke manusia, tapi kemudian diketahui bahwa penularannya juga bisa dari manusia ke manusia. Ada beberapa hal yang membuat seseorang terinfeksi virus corona antara lain:

  • Tidak sengaja terkena bersin, batuk atau percikan ludah dari penderita virus corona
  • Memegang hidung atau mulut tanpa mencuci tangan dulu setelah sebelumnya menyentuh benda yang terkena air liur penderita
  • Kontak jarak dekat dengan penderita misalnya berjabat tangan atau bersentuhan

Virus ini bisa menginfeksi siapa saja namun resiko paling besar adalah orangtua serta mereka yang memiliki kekebalan tubuh yang lemah.

Pengobatan virus corona

Ada beberapa cara pengobatan virus corona yang bisa dilakukan guna meredakan gejalanya. Beberapa diantaranya yakni:

  1. Memberikan obat pereda demam. Tapi khusus untuk pasien anak-anak, dokter tidak memberikannya aspirin
  2. Penderita dianjurkan untuk mandi dengan air hangat dan menggunakan humidifier
  3. Istirahat yang cukup dan hindari keluar rumah untuk mencegah virus kian menyebar
  4. Banyak minum air putih untuk menjaga kadar air dalam tubuh

Pencegahan virus vorona

Beberapa faktor pencegahan coronavirus yang bisa dilakukan antara lain:

  1. Hindari bepergian ke negara yang masih darurat virus corona seperti Cina atau Korea Selatan..
  2. Gunakanlah masker ketika beraktivitas di tempat umum
  3. Rutin mencuci tangan dengan sabun setelah beraktivitas di luar ruangan
  4. Masak daging sampai matang
  5. Hindari kontak dengan hewan liar
  6. Tutup mulut dengan tisu ketika batuk atau bersin dan buang tisu ditempat sampah
  7. Hindari menyentuh mulut, hidung dan mata sebelum mencuci tangan
  8. Hindari berdekatan dengan seorang yang terjangkit
  9. Jaga kebersihan diri dan lingkungan

Cara mencegah penyebaran virus corona

Lantas bagaimana jika kita memiliki gejala terjangkit virus corona? Apa dan bagaimana cara agar virus tersebut tidak lekas menyebar? Jika Anda adalah suspect virus corona, maka lakukanlah beberapa hal dibawah ini untuk menghindari penyebarannya:

  • Jangan keluar rumah sebelum mendapat pengobatan
  • Tinggal terpisah dengan orang lain untuk sementara waktu
  • Cegah dan larang orang lain untuk menjenguk sampai Anda benar-benar sembuh
  • Jangan lakukan pertemuan dengan orang lain
  • Hindari berbagi alat makan, minum, mandi serta perlengkapan tidur
  • Gunakan masker serta sarung tangan ketika bersama orang lain

Itulah ulasan terkait dengan coronavirus. Dengan ulasan diatas, kita jadi bisa lebih waspada dan tidak panik ketika berhadapan dengan virus ini.

Gejala Asam Urat

Kenali Gejala Asam Urat Dan Cara Pencegahannya

Penyakit asam urat merupakan salah satu penyakit yang sering menyerang mereka yang berusia diatas 30 tahun, namun saat ini pola hidup yang tak sehat pun menjadikan penyakit ini bisa menyerang kaum muda. Gejala asam urat seringkali ditandai dengan rasa panas yang muncul di area sendi, dan semua sendi memiliki risiko terkena asam urat. Diantara begitu banyak sendi di tubuh, sendi yang paling rentan atau sering terkena yakni pergelangan kaki, jari tangan dan bagian kaki.

Rasa sakit yang muncul dari gejala asam urat ini bisa berlangsung mulai 3 sampai 10 hari. Beberapa orang seringkali menyebut asam urat ini dengan penyakit rematik, padahal keduanya adalah hal yang berbeda.

Penyakit asam urat jika dibiarkan saja maka bisa berakibat semakin parah. Dan pada kasus tertentu bisa memicu komplikasi terhadap penyakit lainnya. Dan jika sudah begini maka penanganannya akan kian sulit.

Faktor pemicu penyakit asam urat

Sama seperti penyakit lain, penyakit asam urat ini juga muncul karena ada faktor pemicunya. Berikut ini beberapa faktor risiko dari penyakit asam urat yang bisa dideteksi dengan mudah:

Riwayat keluarga

Punya riwayat keluarga yang mengidap asam urat juga menjadi salah satu faktor penyebabnya. Jadi jika ada salah satu keluarga yang mengidap penyakit ini, usahakan untuk mulai mengubah pola hidup.

Mengonsumsi obat-obatan

Salah satu yang menyebabkan asam urat yakni obat-obatan. Ada beberapa jenis obat yang jika dikonsumsi terlalu sering dapat menyebabkan asam urat. Beberapa diantaranya yakni yang memiliki kandungan diuretic, aspirin, cicloporin serta beberapa obat kemoterapi. Adapun baru saja melakukan pembedahan atau cedera juga bisa meningkatkan risiko.

Penyakit lain

Memiliki penyakit lain semisal gangguan sindrom metabolic, penyakit ginjal, penyakit tiroid, anemia, leukemia, hipertensi dan lain sebagainya.

Pola makan

Sering mengonsumsi makanan berkandungan purin tinggi semisal jeroan, daging merah atau makanan laut bisa meningkatkan faktor pemicu penyakit asam urat. Tak hanya itu, minuman manis dan berakohol juga turut meningkatkan risiko terkena penyakit ini.

Berat badan berlebih

Penyebab asam urat yang lainnya yakni berat badan berlebih. Berat badan berlebih akan memaksa tubuh untuk memproduksi asam urat semakin banyak. Hal ini kemudian menyebabkan kadar asam urat pun melonjak dalam tubuh sehingga ginjal kesulitan untuk membuangnya.

Gejala asam urat

Terdapat berbagai macam gejala penyakit asam urat yang biasa terjadi, dan kesemua gejala ini harus ketahui. Beberapa diantaranya antara lain:

  • Terasa kesulitan dalam berjalan khususnya malam hari
  • Sendi yang tetiba merasakan sakit
  • Nyeri selama beberapa jam yang disertai dengan rasa panas, pembengkakan dan atau muncul warna kemerahan pada kulit sendi
  • Ketika gejala mulai mereda dan bengkaknya sudah mulai mengempis, kulit sendi akan nampak terkelupas, gatal dan bersisik.

Gejala asam urat sebenarnya bisa mereda dengan sendirinya, meski begitu tetap dilakukan pengobatan agar risiko kambuhnya tidak meningkat.

Pengobatan dan pencegahan kambuhnya penyakit asam urat

Bagi para penderita asam urat, biasanya ada dua jenis pengobatan yang bisa dilakukan. Pengobatan ini memiliki dua sasaran atau tujuan yakni mencegah serangan terjadi kembali dan untuk meringankan nyeri ketika kambuh.

Untuk meringankan nyeri yang terjadi ketika asam urat kambuh, disarankan dengan menempelkan kain atau kantong berisi es pada sendi yang sakit. Atau bisa juga dengan mengkonsumsi obat pereda sakit dan juga obat dari golongan steroid.

Sedangkan jika Anda ingin mencegah munculnya asam urat, maka konsumsi obat untuk penurun kadar asam urat adalah opsi terbaik. Selain itu juga selalu menghindari kebiasaan-kebiasaan yang mampu memicu munculnya gejala asam urat. Dua cara ini disebut ampuh untuk mencegah asam urat kambuh kembali.

Pencegahan penyakit asam urat

Sebenarnya setiap penyakit bisa dicegah, begitupula dengan asam urat. Dibawah ini adalah beberapa cara pencegahan yang bisa dilakukan:

  1. Menghindari makanan dengan kadar purin yang tinggi
  2. Banyak minum air putih
  3. Kurangi konsumsi alkohol
  4. Konsumsi buah dengan kadar antioksidan yang tinggi
  5. Minum kopi secukupnya
  6. Rutin berolahraga
  7. Hindari obesitas
  8. Membiasakan pola hidup sehat

Kapan kita harus ke dokter?

Penyakit asam urat mungkin awalnya tidak terasa terlalu sakit, namun jika dibiarkan maka bisa jadi kambuh semakin parah. Untuk itu jika Anda mengalami beberapa gejala asam urat diatas selama berminggu-minggu dan kian parah, disarankan untuk mengecek kadar asam urat ke dokter. Penanganan yang cepat dan tepat akan membuah Anda bisa terhindari dari komplikasi berbahaya yang diakibatkan asam urat.

Penyakit asam urat tidak bisa disembuhkan, namun bisa diminimalisir kambuhnya dengan menerapkan pola hidup sehat. Jadi biasakan hidup sehat jika ingin tubuh sehat pula.

Apa Bedanya Sakit Kepala Akibat Tumor dengan Sakit Kepala Biasa

Apa Bedanya Sakit Kepala Akibat Tumor dengan Sakit Kepala Biasa

Sakit kepala merupakan salah satu hal yang pasti pernah dialami oleh semua orang. Namun pada beberapa kasus, sakit yang menyerang bagian kepala ini bukanlah sebuah penyakit biasa, namun ada indikasi seorang tersebut menderita penyakit tumor otak. Sakit kepala tipe tegang dan sakit yang disebabkan oleh tumor otak memang memiliki gejala yang mirip sehingga seringkali disalahartikan. Padahal, meski diawal gejalanya mirip, namun tentu saja ada pembedanya.

Jika sakit pada bagian kepala yang diakibatkan oleh tumor ini dianggap sebagai sakit kepala biasa dan tidak segera ditangani, maka ini tentu akan berimbas pada menurunnya kondisi kesehatan. Lantas bagaimana cara untuk membedakan keduanya?

Perbedaan antara sakit kepala tipe tegang dan sakit yang diakibatkan tumor otak

Ketika kepala terus menerus sakit dan sakitnya tidak kunjung hilang meskipun telah mengonsumsi obat, Anda perlu curiga. Pasalnya bisa saja jika sakit yang menyerang ini diakibatkan tumor otak.

Sakit pada bagian kepala yang diakibatkan oleh tumor otak ini biasanya mirip dengan sakit kepala tipe tegang. Tipe tegang ini memiliki ciri jika rasa yang ditimbulkan mendadak seperti kepala terkena hantaman benda keras. Rasa sakit ini akan berangsur berkurang dari waktu ke waktu. Namun berbeda jika masalahnya adalah tumor otak. Jika sakit ini dikarenakan tumor otak, maka sifatnya menjadi chronic progressive yang artinya semakin lama akan semakin parah.

Selain itu, jika sakit kepala tipe tegang, maka sakitnya bisa hilang atau berhenti ketika obat dikonsumsi. Ini berbeda dengan sakit yang diakibatkan tumor otak karena meskipun Anda menggunakan obat-obatan, tetap saja sakitnya tidak bisa hilang sempurna dan intensitas kemunculannya bisa saja kian berat.

Sering dianggap sebagai sakit biasa

Pada dasarnya, sakit pada kepala ini merupakan gejala awal kemunculan tumor otak. Rasa sakitnya akan semakin terasa ketika tumor semakin membesar dan menekan jaringan otak lainnya. Jadi bisa disimpulkan juga bahwa rasa sakit yang dirasakan menjadi penanda seberapa mengkhawatirkannya jaringan tumor yang menjalar. Sakit kepala ini sering dirasakan di pagi hari. Meski begitu rasa sakitnya bisa kian memburuk jika Anda batuk, bersin atau mengejan.

Sayangnya sakit yang diakibatkan tumor otak ini seringkali dianggap sebagai sakit kepala biasa. Jadi kebanyakan penderita hanya menggunakan obat-obatan ala kadarnya untuk mengurangi rasa sakit. Penggunaan obat-obatan ini memang bisa mengatasi sakit yang diakibatka tumor otak, namun sifatnya sementara dan akan terus merasakan sakit sampai tumor diangkat.

Penyebab dan gejala tumor otak

Sebuah artikel yang ditulis di situs Medicine.net dan May Field Clinic menyebutkan bahwa penyebab tumor otak ini masih belum diketahui pasti. Selain itu penyakit ini juga bisa menyerang siapapun dan umur berapapun.

Namun perlu digarisbawahi, bahwa ada beberapa orang yang berisiko terkena penyakit ini antara lain:

  1. Pernah terkena kanker
  2. Memiliki keluarga yang terkena penyakit tumor otak
  3. Terpapar dengan pestisida, pelarut industri atau bahan kimia terlalu sering
  4. Memiliki penyakit warisan, contohnya penyakit neurofibromatosis

Adapun gejala yang timbul karena tumor otak ini juga berbeda mengingat tumor mampu mampu memengaruhi otak untuk mengompresi atau menghancurkan jaringan normal dan meningkatkan tekanan intracranial. Beberapa gejalanya juga akan berubah ubah bergantung dari jenis, ukuran dan keberadaan dari tumor otak tersebut.

Berikut beberapa gejala yang sering muncul:

  • Kejang
  • Pusing hingga kesulitan berjalan
  • Kesulitan dalam menemukan kata yang tepat
  • Memiliki penglihatan atau gerakan mata yang tiadk normal
  • Sakit kepala yang akan kian memburuk di pagi hari
  • Peningkatan tekanan intracranial yang berujung pada muntah, mual, sakit kepala, kantuk dan respon yang lambat ketika menanggapi sesuatu.

Jika mengalami gejala-gejala diatas, ada baiknya segera datang ke dokter dan melakukan pengecekan untuk mendapatkan diagnosis yang pasti. Dokter akan melakukan beragam tes pemeriksaan neurologis guna mengecek statur memori dan mental, fungsi dari saraf cranial, serta respon terhadap nyeri. Pemeriksaan ini akan bermanfaat supaya dokter bisa tahu apakah sakit kepala ini diakibatkan oleh tumor otak atau tidak.

Bisakah disembuhkan?

Sakit kepala biasa atau tipe tegang jelas bisa disembuhkan, namun bagaimana dengan yang disebabkan oleh tumor otak? Di awal kemunculannnya, sakitnya mungkin hanya sebentar saja, namun semakin lama maka rasa sakitnya juga akan kian lama dan kian berat.

Sakit ini sebenarnya bisa diatasi, meski hanya sementara. Namun baru akan hilang sempurna jika tumor telah diangkat. Tapi akan berbeda cerita jika tumor telah menjalar dan menekan jaringan otak yang berakibat pada pembengkakan. Jika sudah begini maka rasa sakit pada kepala ini tak hanya bisa diobati menggunakan obat-obatan biasa.

Guna meredakan sakit yang diakibatkan tumor, Anda bisa menggunakan obat-obatan biasa seperti paracetamol atau ibuprofen. Namun jika sudah membengkak, Anda bisa gunakan obat-obatan steroid semisal dexamethason. Tapi ingat, penggunaan obat ini harus diawasi oleh dokter.

Perlu diingat juga, efek meredakan yang diakibatkan konsumsi obat-obatan ini sifatnya hanya sementara. Selang beberapa waktu rasa sakit akan muncul kembali.

Oleh sebab itulah jika Anda merasakan rasa sakit terus menerus di area kepala yang selalu kembali meski telah diobati, ada kemungkinan itu bukanlah sakit kepala biasa. Periksakan ke dokter segera. Jika memang sakit tersebut diakibatkan tumor otak, maka pengobatan terbaik yakni pengangkatan tumor.

da intinya, selama tumor masih ada di otak, maka rasa sakitnya juga tidak akan hilang. Karena itu jalan pengobatan terbaik yakni dengan metode pengangkatan tumor.